Previous Entry Share Next Entry
[Fic] Welcome to Our School -- ch. 3?
hokujess
ry_996
Fanfic Title : Welcome to Our (fic)School -- ch. 3?
Pair : Tanaka Juri/Kyomoto Taiga. Abe Aran/Kishi Yuta, Jesse Lewis/Matsumura Hokuto
Chara : Abe Aran, Kishi yuta, Kajiyama Asahi, Morimoto Shintaro, Tanaka Juri, Kyomoto Taiga, Morohoshi Shoki, Teranishi Tokuto, Matsumura Hokuto, Jesse,
Genre : slice of life
Rate : M (because this is sho-ai), T (for story and language)

a/n :
No Flame Please <3~ i know its not perfect but please be nice :’)

DLDR, please dont bother yourself to read something you gonna hate.

Lets spread peace all around the world~~~



Tanaka Juri/Kyomoto Taiga – (&Jesse Lewis &Matsumura Hokuto)

Bayangan kalian sama Ketua OSIS itu gimana sih? Pastinya kalo gak yang dominan, super keliatan pinter, dependable, ya paling keliatan ramah, baik hati dan berwibawa kan ya. Itu gambaran ketua OSIS kebanyakan. Tapi kalo ketua osisnya J’s..

Di mata anak anak satu sekolah minus anak anak OSIS, Tanaka Juri itu adalah Ketua OSIS idaman yang banyak memperjuangan pendapat mereka, ngadain event event super seru yang berhasil ngeboyong artis artis pujaan mereka, enggak heran dong Juri sampe jabar Ketua OSIS dua periode. Ditemenin wakil yang walopun kesannya super jutek sama semua orang,yang rumornya tiap kali kirim proposal sponsor pasti lolos dengan berbagai “cara”. Terus sekertaris yang pinter, dipuji semua kaum dengan ke-anggun-an-nya top three osis J’s itu jelas dianggep komposisi Idaman.

Tapi yah, semua kebenaran hanya diketahui oleh anak anak osis dan teman sekelas mereka.

di mata anak anak osis, Juri emang dependable kok, kalo debat sama guru pasti menang. Dia itu ketua yang cool banget, buktinya dia bisa menjinakkan Hokuto dan Taiga yang terkenal unapproachable padahal diinginkan semua klub. Tapi ya, Dia suka keteteran banget ngatur jadwal event bikin anak anak osis begadang di h-1 sampe kadang ujung ujungnya yang paling repot ya Taiga sama Hokuto yang ikutan ambil alih kerjaan dia. Juri juga suka banget ngetease duo itu walaupun akhirnya ya..

dia juga yang kena..

kayak abis opening ceremony tadi misalnya...
.
.

“am-ampun... sumpah itu unexpected banget, lagian lo gak kesian itu anak anak udh pada mo pingsan?” tanya Juri membela diri, menghindari tatapan tajam Hokuto yang tidak mau lepas darinya.
Hokuto masih diam saja, ya menurut lo. Orang mana yang tidak kesal dibangunkan tengah malam untuk buat teks pidato tanpa kejelasan materi dan besoknya teks itu diremas dan dibuang begitu saja? “lo yang salah disini juri...” respon Taiga mewakili Hokuto, ia bersadar di pintu belakang panggung dengan tangan terlipat di dada memperhatikan mereka.
“refleks, kan.. biar kesannya dapet gitu he.. he..” kata juri melontarkan alasannya garing.

Hokuto menghela napas, mencoba mengontrol emosinya. “lo jangan ngomong sama gue lagi” respon Hokuto akhirnya. Refleks Juri jatuh dengan tidak elitnya.

Taiga menahan senyumnya, mendekati Hokuto dan merangkul lehernya santai “ma, mungkin baiknya gue bener bener cari pacar baru.. ne, Hokutee, gue denger lo deket sama anak anak SHARK? Kenalin gue bisa kali” candanya.

“bisa di atur” respon hokuto singkat. Ia lalu menatap Taiga jahil “bayarannya pembalasan, gue limpahin ke lo aja ya” ucap Hokuto sambil melemparkan smirknya ke Juri

“bisa di atur” jawab taiga santai dan berlalu bersama Hokuto.


“mereka memang, mengerikan ya....” kata Jesse yang entah sejak kapan berdiri dibelakang Juri, membantunya berdiri dan menepuk-nepuk pundaknya kasihan.

“apalagi kalo bersatu...
.
.
banget..”

....

Kajiyama Asahi & Morimoto Shintaro (&Morohoshi Shoki/Teranishi Tokuto)

“ii ne... klub”
“hah? Nani..”
“enak ya ikut klub...”
“enak dooong apalagi kalo ikut klub dance dapet duit teruuuuus” Shintaro mendelik ke arah Kajiyama yang kini menatapnya dengan senyum lebar “nih ya event kemaren gue langsung masuk tim inti coba, gila honornya. Wuih banget” lanjutnya bangga. Merasa tidak dapat respon, Kajiyama Asahi [16] atau singkatnya Kaji kembali membaca suasana dan bertanya “ bukannya lu ikut teater, sama marching? Eh lu ikut padus juga kan? Eh bentar perasaan genta bilang lu juga daftar sepak bola deh.. eeeh irma—“
“brisik, gue ga ikut semuanya”
“hah”
“gue ikut sekali terus hype terus bosen jadi gue tinggal”

“kok gitu?” tanya Kaji ngikutin alur, enggak bener bener niat nanya. Yah sebenarnya ia juga tidak tau bagaimana membuat percakapan dengan Shintaro ini tetap berjalan, mereka baru kenal karena sekelas dan belum pernah ketemu dengan hal yang bisa dijadikan bahan pembicaraan diantara mereka jadi ya, untuk Kaji sendiri masih awkward dengan Shintaro. Mendengar tone setangah hati itu, Shintaro menghela napas mengabaikan Kaji, agak capek memang ngomong sama anak satu ini “oke oke, gomen. Udahlah ntar juga lo pasti ketemu kok klub yang bener bener pas sama lo. Ato lo cari pacar kek ikutan klub pacar lo aja, kayak kak Jinguji tuh, pasti enak deh. bayangin aja... tiap Lunch Break mereka bakal makan di kelas dengan bento buatan kak Iwahashi sendiri. Makan gratis tiap hari! Siapa coba yang gak mau, berutung banget jadi kak Jinguji emang” puji Kaji memandang jauh keluar beranda lantai tiga. Yup dari tadi mereka berdua memang lagi santai, Jam pelajaran mereka kebetulan kosong karena Shigeoka-sensei lagi sibuk ngurusin event sekolah yang mau mulai sebentar lagi.

Kaji sendiri sih biasanya sudah dapat dispensasi untuk latihan dengan klub dancenya mengingat waktu persiapan yang super mepet, tapi kayaknya belom ada notice dari Hiroki-senpai sama sekali jadilah Kaji Cuma meratapi nasib jomblonya sendirian di kelas. Temen temen yang dia kenal pas awal kelas udah pada berdua duaan. Kayak si wMatsu yang ribut banget ngebahas Arashi sama HSJ, Shogo sama Fuu juga udah main mojok aja dikelas. Dia gamungkin main sama Taka-uh?apagitu Kaito yang telat masuk sebulan dan berakhir jadi loner yang duduk sendirian di pojok belakang dekat pintu kelas, auranya terlalu seram. Sekilas dia mirip dengan Miyachika, senpainya di klub dance yang di mix sama itu tuh senpai paling ditakuti pas mos.. Matsumura? Hokuto? Yah pokoknya gitu deh soalnya si TakaKaito ini keliatan aneh dan datar sekaligus. Kadang suka ketawa sendiri.

Kan serem.

“so? Tujuan lo ngomong gitu ke gue apa?”

Eh?

Ah iya Kaji lupa, Morimoto Shintaro a.k.a Anak senasib yang sama sama jomblo dan lebih deket sama senpai senpainya daripada sama yang sebaya. Dan satu satu nya hal yang menyatukan mereka, Kaji enggak mau ngakuin ini sih tapi yah.. dia sama Shin sama sama punya face dan body yang ga sesuai umur sampe sama angkatan sendiri sering dipanggil senpai.

“hell- to the lo? Masih idupkah Kaji? Tolong jangan tatap gue dengan tatapan jomblo jomblo ngenes gitu jujur gue masih demen cewek meskipun ce-Taiga lebih cantik” ucap Shin ngasal

Kaji langsung cemberut dengernya “masih, masih idup. Elah bosen gue disini, cabut yuk”
“kemana.....”
“kemana kek emang lo ga cape di jadiin obat nyamuk di kelas ini”
“enggak juga sih gue ga ngerasa di kacangin, bukannya Cuma lo doang?”
“woy!”
“hehe, peace”
“peace-janai... keluar yok, sumpek”
“tadi ngambek sekarang ngajak jalan berdua, bilang aja kalo demen cowok, dan mau flirt gue” sindir Shin santai

Belum sempat Kaji protes, tiba tiba terdengar suara dari ujung lorong “oy kalian berdua!”

Shin dan Kaji otomatis menoleh ke asal suara itu, Shin dengan cepat mengenali mereka duoTeraMoro alias kakak kakak yang menyelamatkannya dari tersesat enam bulam yang lalu “Yo kak!” sapanya santai.
“lo bener bener masuk sini” kata Morohoshi kaget.
Tera menatap Moro bingung “lu kenal dia?” tanya nya menunjuk ke Shin.
“itulooh adeknya Juri.. yang kita kira senpai kita itu”

“Woy!” protes Shin ga terima

Moro dan Tera langsung ngakak, enggak bosen bosennya mereka ngegodain Shin dari awal masuk sampe sekarang. Yah Shin sih ga keberatan toh mereka berdua orangnya baik banget. Tawa mereka aja baru berhenti pas mereka sadar di sebelah Shin ada Kaji yang Cuma ngangguk aja pas ketemu mata sama mereka berdua.

“hehe maaf, ini... gimana gue enggak ngira lu senpai coba, lu aja temenan sama kelas tiga. Tapi gue belum pernah liat dia deh, baru pindah ya? Ipa? Ips? Gue ada denger anak pindahan sih tapi kelas dua gue ga inget ada anak pindahan kelas tiga” tanya Tera ke Kaji.

Denger itu Kaji mendadak pengen nangis.

...

Abe Aran & Kishi Yuta

Kishi tidak pernah menyangka takdir benar benar suka mempermainkannya. Tidak, Kishi tidak menyesal berhasil masuk J’s walaupun harus mulai dari tahun kedua. J’s memang belokan terbaik yang bisa ia gunakan untuk melaju satu langkah lebih dekat dengan mimpinya. Mimpinya bersama orang ini. Yah dia, Aran orang yang menggelitik rasa penasarannya dengan seni, orang yang menariknya masuk ke dunia ini. Kishi masih ingat saat mereka sering menonton butai bersama hanya untuk menatap takjub stage yang mampu membuat mereka terhipnotis untuk tetap fokus setiap detiknya, yang membuat mereka bermimpi bisa berdiri di stage yang sama dan membuat penonton terhanyut dalam alur stage mereka sendiri.

Yah.. Mimpi itu, mimpi yang sempat ia kubur setelah perpisahan yang.. entahlah membuatnya bingung. perpisahan yang merenggut suara yang biasa mengisi harinya itu dengan suksesnya membiarkan Kishi melupakan mimpi yang pernah ia harapkan. Tapi Kishi bangkit, dan karna itulah ia disini.

Tapi takdir memang lucu, ia mempermainkan Kishi seenaknya. Setelah Kishi berhasil bangkit dan mencoba meraih mimpi itu lagi, ia malah dipertemukan dengan Aran. Tidak cukup sekelas dan harus duduk disebelahnya, mereka berada di dua klub yang sama lalu sekarang? mereka terpilih jadi pemeran utama drama di klub teater dan harus berdiri di stage yang sama.

Lagi, satu step lebih dekat dengan mimpi yang pernah mereka harapkan bersama.

Lalu, bagaimana Kishi harus menghadapinya?

Haruskah ia bersikap dingin? Menanyakan kejelasan dari hal yang memang tidak pernah jelas diantara mereka berdua? Bersikap total-stranger-atarashi-new-Kishi-is-here! Karena Aran juga tampak berbeda, ia jelas banyak berubah dari terakhir Kishi mengenalnya. Aran tampak populer, ramah, friendly berbeda dengan Aran-nya dulu yang yah memang populer tapi sulit bergaul, hanya terbuka padanya atau paling tidak pada Jinguji. Hal itu membuat Kishi semakin bingung. apa harus ia pura pura lupa dengan aran? Bersikap seperti biasa? Atau malah bersikap seperti orang lain Tanpa mengungkit ungkit kisah yang pernah ada—?

!

Seseorang menempelkan minuman kaleng ke pipinya, mengacaukan semua pemikiran yang mengganggu konsentrasinya selama latihan. Ia memang sedang di aula, masa istirahatnya dihabiskan untuk bengong menatap skrip walaupun alasan sebenarnya yah. Karna dingin, refleks Kishi menoleh dan mendapati Aran yang tersenyum memberikan minuman kaleng itu kepadanya “lo serius banget baca skripnya, tenang aja lah haha kalo ini lo, gue yakin lo pasti bisa dapet feel perannya walopun latihan kita Cuma seminggu, maklum aja sih kak Takada sibuk banget sama drama tvnya, kak Fukka suka ngilang ngilangan gegara katanya ada penelitian UFO entah apalah itu” kataya santai sambil duduk di sebelah kishi dan membuka minuman kalengnya sendiri “mau gue bukain itu? Lo masih suka minum ini kan?”

Kishi mengangguk dan berkata “enggak, gue bisa sendiri. thanks”
“oke, oh ya kalo lo ada kesulitan lo tanya sama gue aja. Email gue masih yang lama kok”
“eum..” angguk Kishi mencoba membuka kalengnya, gagal di percobaan pertama karena tangannya yang lain masih memegang skrip. Aran lantas mengambil minuman itu dan membukakannya “hai, gue kesana dulu ya” katanya lalu mengelus kepala Kishi lembut dan berlalu.

!

?

Kan...?

Jadi, Kishi harus bagaimana?

.

Jesse Lewis/Matsumura Hokuto

Jesse bahagia banget waktu tau kelas Akuntansinya Takaki-sensei dikosongin gara gara Takaki-senseinya lagi ada urusan diluar. Meskipun anak anak OSIS lagi sibuk sibuknya publikasi buat event nanti, Jesse yang memang di bagian acara masih bisa santai santai aja dan menikmati pace tenang sebelum badai event menghancurkan pace hidupnya. Peduli amat belajar ngitungin duit maya yang kalo ga balance bikin mumet mendadak karna berarti harus baca ulang soalnya satu satu? Kalo duitnya beneran ada terus bisa masuk kantong sih Jesse mau. ini udh duit orang, fiktif lagi. Maka dari itu tidur kayaknya bisa jadi hal paling bener buat dilakuin pada masa masa ini.

Paling enggak itu niatnya Jesse. yha panggilan alam memang ga pernah bisa kompromi, mau lo lagi upacara, mau lo lagi capek capeknya sampe lo lagi ujian pun yang namanya panggilan alam bisa datang tanpa diundang dan meminta prioritas sebelum benar benar mengganggu kegiatan lainnya.

“Yugo, gue keluar dulu ya”
“sip! Gausah balik lagi~~”

.

Baru saja Jesse akan kembali ke kelas setelah sukses melancarkan panggilan alamnya, seseorang menarik perhatiannya membuat langkah kakinya beralih ke gerbang depan mengikuti orang itu “HOKUTO! TUNGGU!” jerit Jesse. Hokuto menghentikan langkahnya dan menongak ke atas dimana Jesse berada, begitu menyadari yang memanggilnya bukanlah orang penting Hokuto berbalik dan melanjutkan perjalanannya. “eeeh tunggu” meraa diabaikan, Jesse langsung berlari menuruni tangga, mengejar Hokuto dan berhenti didepannya.

Hokuto menatap Jesse setengah hati “kenapa” tanyanya dingin.
“lo mau kemana?”
“percetakan”
“oh gue anter ya!”
“lo kan bukan seksi publikasi”
“lo juga bukan kan hehe” tanya Jesse pede
Hokuto menampakkan senyum sarkasnya “gue wakil ketua osis, mungkin lo gainget..” responnya santai.
Jesse ikutan senyum “gue tau kok, mau naik motor gue ato gue temenin jalan?” tanyanya mengabaikan tolakan-gak-terlalu-halus-nya Hokuto dengan nada santai.
Hokuto menggeleng gelengkan kepalanya “terserah lo” responnya singkat. Menatap jesse lurus, hokuto melanjutkan, “gue udah ingetin lo berkali kali kan? Pikirin diri lo sendiri dan ah.. gue rasa kita enggak sedeket itu buat panggil nama, Lewis-kun” ucap Hokuto dan berbalik.

Berjalan meninggalkan Jesse yang mungkin terpaku ditempatnya, Hokuto berlalu melewati gerbang dan berjalan sambil mengeratkan dokumen yang ia peluk sedari tadi. Menyesal? Entahlah Hokuto yakin responnya adalah respon paling tepat, norrmalnya memang gitu kan? Orang orang manggil nama orang yang baru dikenal dengan nama keluarganya kan? Tapi bagaimana kalau dia tersinggung? Bagaimana kalau.. ah sudahlah, lupain lupain.

Hokuto tidak tau sejak kapan ia memutuskan untuk membiarkan orang percaya dengan apa yang mereka mau percaya, sejak kapan ia berhenti membela dirinya sendiri. Hokuto akhirnya nyerah aja, ia lelah menjelaskan rumor yang beredar. Kalau boleh jujur sih ya Hokuto tidak mau seperti ini. Tapi susah, dia suka serba salah. memang ada orang orang seperti Jesse yang mencoba bersikap baik padanya dan tidak mengindahkan rumor yang beredar tapi orang orang seperti itu pasti lama lama akan jera juga entah oleh tidak tahan dengan ucapan blunt Hokuto yang susah banget diubah atau rumor rumor mulai ikut menghantuinya. Cuma orang orang macam Taiga yang memang kebal, Juri yang memang muka tembok atau beberapa orang lain yang sudah masuk ke circlenya yang bertahan (biasanya sih udah pasti kalo gak muka tembok, lemot, ga terlalu meduliin ato kelewat polos). Karena itulah, kalau ujung ujungnya akan menjauh juga, kadang Hokuto malas membiarkannya mendekat. Lihat saja, dia pasti tersinggung dan menyerah karna respon Hokuto Tadi.


Tin Tin..

Suara klakson itu mengejutkan Hokuto sampai ia nyaris menjatuhkan dokumen di tangannya. Seseorang menahan tangannya dengan gerakan yang sedikit awkward , tentu saja awkward, ia mencoba menahan tangan Hokuto sementara tangan lainnya menjaga keseimbangan motornya. “aaah gomen gomen, lo gapapa kan?” tanya orang itu khawatir.

Hokuto membawa pandangannya mengikuti suara itu. Jesse?

“doumo~ Matsumura-kun, ayo naik. Hehe maaf lama tadi lari ke parkiran dulu ehe” cengir Jesse sambil menyodorkan helm satu lagi “untuk keamanan ya gak, siniin dokumennya” kata jesse lalu mengambil dokumen ditangan Hokuto dan meletakkannya di ..... skuternya. Ia balik menatap hokuto yang masih diam ditempatnya. Mematikan mesinnya Jesse berdiri mengambil helm di tangan Hokuto dan memakaikannya “pffft, lo gatau cara pake helm ya, sini gue pakein.. tuh gitu caranya”
“....”
“buruan naik”
“....”
“kok belom naik juga?”
“gue gatau duduknya gimana “
“e-eh?.. gue gatau lo bisa becanda”
“serius”
“....”
“....”
“EEEEH???”
“maaf gue lebih sering jalan kaki daripada naik beginian”
“oooh....”
Setelah melewati masa bengongnya, Jesse akhirnya menunjukkan posisi paling mudah “lu injek ini terus duduk nyamping aja ga repot naik turunnya” jelasnya santai lalu langsung menaiki motornya
Hokuto menatap Jesse ragu “gini..?” tanyanya setelah naik dengan susah payah. Jesse tidak menjawab tapi tangannya meraih tangan hokuto dan meletakkannya dipinggangnya sendiri “pegangan biar ga jatoh” katanya santai.
“bukannya yang duduk kayak gini biasanya cewek ya...?” tanya Hokuto ragu.
“enggak juga ah.. tenang aja pegangan yang erat, gue agak ngebut ya” Dan belum sempat Hokuto merespon, Jesse sudah melesatkan motornya dengan kecepatan yang lumayan membuat hokuto kaget, refleks ia mengencangkan pegangannya di pinggang jesse “jan kencengan banget matsumura-kun! Sakit juga nih” teriak Jesse
“jangan ngebut ngebut dong!”
“banner sama proposalnya mo di kirim jam dua kan ini udh jam satu ntar telat”
“gara gara lo nih pake motor segala”
“kok nyalahin gue lu demen banget nyalahin gue”
“emang lu yang sa—“ kata kata Hokuto terpotong karna Jesse mendadak mempercepat laju motornya

“—JESSE LEWIIIIIS!!!”

“nani~”

....



a/n : belom kepikiran mo ngomong apa ini ngepostnya dari kelas . peace . ah ini belom di edit lagi masih mentahnya keburu di post karena takut ga bakal sempet ngepost lagi abisan minggu sibuk sudah menanti :)) maaf kalo banyak banget kurangnya tar abis selesai minggu sibuk bakal di edit lagi
Tags: ,

  • 1

Aran cm mencoba menjadi teman yang baik buat kishi kan dia pindahan kasian mungkin butuh bantuan


  • 1
?

Log in