Previous Entry Share Next Entry
[Fic] Welcome to Our School -- ch. 2?
ry_996

Fanfic Title : Welcome to Our (fic)School -- ch. 2?
Pair : taiga x juri
Chara : Nakada Hiroki & Morita Myuto & Abe Aran (&Kawashima Noel?) | Morimoto Shintaro + Ryutaro,& Tanaka Juri/Kyomoto Taiga (&Morohoshi Shoki/Teranishi Tokuto)
Genre : slice of life
Rate : M (because this is sho-ai), T (for story and language)

a/n :
No Flame Please <3~ i know its not perfect but please be nice :’)

DLDR, please dont bother yourself to read something you gonna hate.

Lets spread peace all around the world~~~


Nakada Hiroki & Morita Myuto & Abe Aran (&Kawashima Noel?)


Klub dance JJRFMHS termasuk klub dance paling terkenal di daerah kanto. ketua angkatan ini aja udah berhasil bawa grup inti jadi backing idol group ternama di J’s, mereka sering banget dipanggil buat ngisi event event di J’s dari yang Team inti doang, sampe Team10 alias team kelas sepuluh doang. Pelatih mereka aja Tomoyuki Yara yang udah terkenal namanya di luar J’s. Team intinya yang 9 orang itu juga pernah kerja sama dengan Travis Payne, jadi enggak heran kalo masuk ke klub dance harus audisi, terus latihan mereka lebih lebih trainee idol. Kalo lagi enggak ada event 3 kali seminggu terus evaluasi tiap akhir minggu, kalo lagi ada event latihannya bisa ampe tiap hari. Nah ini nih, yang sukses bikin Hiroki [18] pengen jambak jambakin rambut Aran sama Myuto hari ini.


Mengingat statusnya yang kelas 3 dan sudah sewajarnya dia sibuk sama bimbel bimbel yang bikin kram otak. Seharusnya dia sekarang lagi setengah ketiduran di bus dalam perjalanan ke CramSchool Tapi bukannya kram otak yang didapet, kram kaki malah lebih mungkin. Dari jam 12 tadi dia udah berdiri di depan ruang dance yang kuncinya dibawa Noel entah kemana. Janjinya sih Myuto atau Aran yang bakal bawain kuncinya sekalian Noel nyuruh dia buat ngomong serius sama tu anak dua. Yah, sudah waktunya memikirkan serah terima jabatan. Tapi sebelum itu, Hiroki harus menuntaskan pembahasan schedule untuk event dadakan yang di lemparin waketos berwajah stoic padanya di kelas tadi, itulah alasan klub dance beum latihan hari ini.


Tapi, ini sudah jam....


“senpai!!!”


Oke, baru aja Hiroki berniat ambil ponselnya untuk menghubungi Noel, dua kouhai kurang ajar itu muncul dibalik tangga, Myuto berlarian memberikan kunci ruangan padanya sementara Aran berjalan santai sambil membaca buku eh? Apa skrip? Yang sudah tidak berbentuk.


“gue rasa janjinya jam DUABELAS bukan jam DUAlewatlimaBELAS” ucap Hiroki penuh penekanan.


“gomen, Yas ribut sama Shigeoka-sensei masalah lagu buat event minggu depan. Hagi kabur ninggalin gue sendirian sama dua orang itu, gamungkin kan gue tinggal berdua. Bisa bisa besok sekolah heboh gegara ada siswa berantem sama guru. Bisa berabe” jelas Myuto panjang lebar memohon belas kasihan Hiroki. talk about Him, Hiroki sebenernya ketua sekaligus senpai super pengertian suka ngelucu lagi walopun kadang garing. Tapi,


masalah disiplin.


Agak bahaya.


Mengabaikan Myuto yang sibuk mengatur napasnya, Hiroki mengalihkan pandangan ke Aran yang masih setia dengan kertasnya menanti excuse dari Aran namun tampaknya dia bahkan tidak meninggalkan jiwanya ditempat. “Woy” tegurnya setengah hati.


Aran menangkap kembali jiwanya dan menoleh ke Hiroki dengan wajah polosnya “kenapa senpai?”


.


Yang satu sibuk ngeband, yang satu sibuk tebar pesona, yang satu sibuk sama klub anehnya. Sumpah ingatkan Hiroki untuk ikut kursus kesabaran juga.


....

Morimoto Shintaro + Ryutaro,& Tanaka Juri/Kyomoto Taiga (&Morohoshi Shoki/Teranishi Tokuto)


JJRFMHS itu sekolah macam apa sih? Soal ini biar Morimoto Shintaro yang jelasin,


*balik ke enam bulan yang lalu*


Morimoto Shintaro [16], singkatnya Shin. Anak polos yang badannya enggak sesuai umur itu dibikin pusing sama kakak dan kakak tirinya(oke bukan kakak tiri, Tanaka Juri memang sudah terlalu dekat dengan Shin sejak kecil, tapi mereka menolak dibilang kakak adek angkat angkatan(?)) yang terus meributkan Shin akan melanjutkan sekolah kemana. Mengingat Ryu sendiri sudah melanjutkan sekolahnya ke amerika, tapi orang tua mereka enggak rela dua anak cowonya itu ninggalin mereka semua jadi ya mereka lebih setuju kalo Shin ikut Juri, tapi ya semuanya kan balik jadi keputusan Shin, dan keputusannya itu akan menentukan kebahagiaan memihak ke Ryu atau ke Juri di akhir cerita. Oke lupakan kedua kakaknya yang kelewat AirHead itu, Shin akhirnya berjalan sendiri mengelilingi sekolah Juri tapi..


Bentar..


“gue dimana?” tanya Shin pada dirinya sendiri.


Matanya memutar menatap sekeliling, Shin berani sumpah dia baru berjalan jalan lima menit dari Gerbang depan sekolan dan, HELL, DIA ADA DIMANA? Pohon pohon sakura yang menyambutnya di gerbang sekolah sudah berganti menjadi perumahan kosong, dan dihadapannya sekarang tidak ada apa apa selain pertokoan super kosong yang bahkan kucing pun sepertinya tidak ada yang le—


“Tera! Baka! Tangkep nekkonya”

“lunya yang jangan kemana mana, hadang dong ck lari cepetan dikit napa”

“gimana gue mau lari cepet kalo gue belum ganti sepatu, nyet lecet nih.. lu sih nyolong kaos kaki gue”

“itu sih salah lu yang jemur kaos kaki di jemuran gue”

“kan udh gue tulis namanya”


--wat, oke itu kucing dan sekarang dua orang aneh muncul bersama kucing itu.


“peduli amat, ah.. oy yang disana tolong tangkep kucingnya!”


Shin menatap mereka bengong, belum sempat ia merespon refleks tangannya menangkap kucing yang nyaris melewatinya, berguling sedikit dan mendarat dengan sempurna.


“wow”

“tipe Johnny’s yang bisa backflip kayaknya”

desho ne....”


Lagi, Shin menatap dua orang itu bingung. Johnny’s? Backflip? Shin masih di jepang kan? Masih di sekolahnya Juri kan?


.


Terimakasih kepada kakak kakak baik hati yang mengaku bernama Moro dan Tera, Shin tidak perlu takut tersesat meninggalkan kakak dan kakak tirinya di JJRFMHS atau sering disingkat J's yang menurut Kak Tera luasnya tidak kalah dari sekolah di manga Gin no Saji ini. Tempat mereka bertemu tadi adalah set shooting drama yang memang disediakan sekolah untuk menunjang talent murid muridnya. Mengingat tahun pendidikan disini bisa ditempuh sampai limatahun yang lulusannya sudah setara dengan pendidikan tinggi diluar jadi set penunjang talentnya jelas lebih lengkap. Siswa siswinya juga dimenej buat bisa kerja di luar sekolah, tentunya sesuai peraturan pekerja di bawah umur yang berlaku. Tapi khusus untuk kegiatan di dalam sekolah semuanya bebas dari peraturan dunia luar( masih ada peraturan sekolah yang lebih ribet lagi).


“jadi, kamu baru mau masuk? Aku kira anak kelas dua” cetus Tera sambil menggigit eskrimnya santai.

Shin mendelik “gue udah sering denger itu, gatau sih gue baru liat liat sekolahnya, si juri bawa gue tadi malah ngilang sama Ryu emang rada rada sih mereka enggak heran” desahnya mendudukkan dirinya ke sofa. Morohoshi bilang ini ruang rapat Klub Pramuka walaupun lebih keliatan kayak ruang tamu dengan kurang lebih lima sofa panjang mengitari meja bundar.


“eh lu temennya Juri? Juri yang Ketos itu?”

“ketos? Paan tuh snack?”

“Tanaka Juri, anak Sosial yang pacaran sama Ratu sekolah itu kan?”

“maksud lo ce-Taiga?”


Pluk


Eskrim Moro jatuh mendadak, ce-Taiga dia bilang, ce itu.. cece kan ya? Panggilan buat kakak cewek kan ya? Sumpah moro masih inget banget gimana Taiga melintir tangan dia di opening ceremony kelas satu beberapa tahun yang lalu gegara dia nyuruh Taiga ganti baju karena dia pake celana panjang bukannya rok sebagaimana kodratnya cewek di sekolah itu. Terima kasih pada rambut hitam panjang nan halus nya bukan Cuma moro yang tangannya harus di plintir hari itu.


“ce? Cece?”


Brakk


“WOY GORILLA, ASTAGA. LO SIALAN YA MELENG DIKIT LANGSUNG ILANG AJA KAYAK ANAK SETAN” jerit Juri dari depan pintu lalu dibelakangnya menyusul Ryutaro dan Taiga.

Mengabaikan Juri yang menghadang pintu Ryutaro menerobos masuk dan memeluk Shin erat. “bodoh jangan bikin kakak khawatir, ayo ikut kakak ke amerika” pinta Ryutaro menatap Shin penuh harap.


Bleh.


“serius deh kak, gue agak enek”

“....”

“geli geli gitu lepasin..”

“....” Ryutaro berdiri dari sofa, melipat tangannya di dada dan melihat ke arah lain “yang penting lo ikut gue kan?”

Shin, masih mencoba menahan tawanya ikutan berdiri, menatap Juri penuh harap seolah mengatakan— ‘sumpah sampe kapan dia bakal dramatis berubah ubah kayak gini tolongin gueeee’— “enggak kak gue disini aja, kayaknya disini seru”


!


“BAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA, KALAH KAN LO! ASEEEEK PHOTOBOOK BERTANDA TANGAN ANAK STAGE48 SAMA NOGIZAKA46 YA!!” jerit Juri senang diiringi Sujud penuh syukur, ternyata masih ada jiwa IrMas dalam dirinya walaupun dia Cuma numpang nama dan dateng sekali di kelas 2.


Ryutaro yang melihatnya hanya mendecih sebal lalu menghujamkan pandangan kesal ke Shintaro yang Cuma bengong aja ngeliat kakak kandung dan kakak tirinya itu. Sementara Moro dan Tera? Jangan tanya mereka sudah sedari tadi siap dibelakang kamera dan mic melaporkan kejadian menegangkan ini ke seluruh area sekolah. Maaf lupa bilang dua orang ini memang tetuanya Pramuka tapi mereka juga merangkap bagian Broadcasting dadakan sekolah.


“o-ho, photobook bertanda tangan stage48, sama Nogizaka46? Kayaknya kalo dijual mahal ya? Ryu, paketnya dikirim ke rumah Kyomoto aja ya, semua paket buat Tanaka Juri harus melalui gue dulu soalnya” ucap suara dibelakang juri.


Sebentar..


Juri, dalam posisi duduknya, dengan perlahan menolehkan kepalanya ke arah belakang. Dan benar saja, senyum manis yang dinginnya sedingin es itu menyapanya dan menjalar dengan cepat ke tubuhnya membuat semua bulu kuduknya merinding seketika


"T-Taiga....."

"Nani?"

“go...gomen”



Mungkin lain kali Juri harus memastikan transaksinya dengan Ryutaro dilakukan di luar sekolah.


Atau setidaknya tidak di dekat Taiga.


...


Jadi? Deskripsi tentang sekolah J’s ini kayaknya harus di pending dulu deh, salahin shin yang mendadak flashback dan mengubah plot seenak hati.


a/n : lol pretty fast right? ini au lama lama jadi pelepas stress nan mumet kehidupan kampus. hope you all enjoy this :')

p.s : yeoljo juga bikin Aran/Miyachika drabble semalem tapi entah kapan postnya.. lanjutan first drabble di post ini timelinenya wkkk

Tags: ,

?

Log in

No account? Create an account